Ibarat balon gas yang diterbangkan
Pergi entah kemana
Akan membawa bahagia atau luka,
siapa yang tahu?
Terbang, terhempas, mencari arah tujuan..
Mencari tujuan berlabuh.
Aku tahu rencana Tuhan tak pernah pasti,
terombang-ambing. Bagaikan kapal di lautan lepas.
Luas.
Tapi tak bertitik.
Ku menangis tanpa air mata. Tak ada satupun yang mendenger rintihanku.
Ku tersenyum tanpa makna. Tak ada satupun yang memahaminya.
Ku tertawa tanpa bersuara. Tak ada yang mengerti.
Ku berharap tanpa alasan. Tak ada satupun yang ingin menjadi alasan.
Karna tak ada satupun,
Yang ingin mendenger rintihanku.
Yang ingin memahamiku.
Yang ingin mengertiku.
Yang ingin menjadi alasanku.
Harapan tetaplah harapan.
Aku tahu tak ada kisah yang tanpa senyuman.
Aku pun tahu tak ada kisah yang tanpa rasa sakit
Tapi aku hanya ingin menimbun semua rasa sakit dengan sebuah senyuman.
Dengan sebuah harapan baru
Karena aku tahu, disetiap rasa sakit pasti akan muncul kebahagiaan baru.
Entah kebahagiaan atau rasa sakit lagi.
Lagi-lagi, siapa yang tahu kan?
Tapi satu yang harus aku yakin, jika ada sebuah air mata menetes,
Pasti Tuhan akan membalasnya dengan seribu simpul kebahagiaan
Hidup akan terus berjalan..
Tak perduli seberapa rasa sakitku
Tak perduli seberapa kejamnya,
Tapi hidup akan terus mengalir..
Bagai air sungai yang mencari induknya.
Yang nanti akan menuju kepusatnya
Yaitu lautan.
Sama halnya dengan kita, yang akan kembali pada asalnya pula..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar